was successfully added to your cart.

Tips & Trik Memilih Tools Untuk Pengembangan Web

By January 5, 2018Tips & Trik

Dalam pengembangan sebuah web dibutuhkan tools-tools yang dapat membantu menunjang produktifitas dari seorang programmer. Tapi, dari sekian banyak tools-tools yang tersedia masih banyak juga programmer pemula yang bingung menentukan tools yang terbaik buat mereka atau tools yang biasa digunakan oleh seorang master web.

Pada tulisan ini, saya akan membagikan tips & trik untuk memulai mengembangkan sebuah web yang baik dan tidak membuang waktu selama masa production. Oke, tidak usah buang-buang waktu kita langsung saja masuk ke pembahasan.

Tips Memilih Tools untuk Pengembangan Web

Text Editor

Text Editor memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan sebuah web, bagaimana tidak ? Karena kita ngodingnya di text editor 😀 Sekarang ini sudah banyak text editor yang sudah bagus dan cepat dalam pemakaiannya. Tidak hanya untuk pembuatan web namun juga pembuatan program yang lain, seperti Java, Kotlin, C#, Python, dll. Namun ada satu hal yang menjadi perhatian khusus seorang programmer, yaitu kepraktisan. Seberapa praktis kah text editor yang kamu gunakan saat ini ? Mari kita bahas satu per satu.

1. Visual Studio Code

Visual Studio Code merupakan text editor yang masih balita saat ini. Walaupun pendatang baru (April, 2015), VS Code memberikan fitur yang sangat banyak namun tetap dalam performa yang baik dan stabil. Ini artinya Microsoft telah sukses membanggakan para developernya.

Packages

Apa itu packages ? packages itu tidak ada perbedaannya dengan plugin, jadi ada pihak ketiga yang membuat plugin untuk VS Code yang kemudian dapat digunakan oleh user atau dalam hal ini developer. Sampai saat ini sudah terdapat ribuan plugin yang siap kamu gunakan secara gratis! Namun ada beberapa packages atau plugin yang sudah terinstal secara default.

Tapi mungkin kita sedikit kewalahan untuk memilih plugin yang terbaik untuk digunakan, kadang jumlah download plugin yang banyak tidak menjamin lugin tersebut cocok untuk kita gunakan (Kita asumsikan kita menggunakan perspective masing-masing). VS Code dibuat menggunakan JavaScript Engine.

2. Atom

Atom merupakan text editor yang dirilis sejak tahun 2014. Sejak perilisannya Atom berhasil memikat banyak penggemar programming untuk menggunakan text editor tersebut. Yang menjadi pertimbangan pada saat itu adalah, Atom dibuat oleh GitHub. Jadi, besar kemungkinan peminatnya juga tidak jauh-jauh dari pengguna platform tersebut.

  • URL: https://atom.io/
  • Harga: Gratis sampai kamu bosan ngoding
  • Developer: GitHub
  • Platforms: OSX, Windows, Linux

Packages

Tidak berbeda dengan VS Code, Atom juga memiliki ribuan packages dan tema yang bisa kita install kapan saja. Packages tersebut di host di GitHub yang kemudian didistribusikan ke Atom.

Dari pengalamanku, Atom merupakan text editor terbaik yang pernah aku gunakan. Mulai dari penggunaan FTP untuk share remote > local atau sebaliknya sangat mudah. Proses connect juga mudah. Semua pengaturan yang pada Atom menggunakan model JSON, jadi kita lebih terbiasa menggunakan JSON dalam keseharian sebagai seorang programmer. Namun dari semua kelebihannya itu, aku merasakan kalau Atom masih terasa berat. Pada saat dibuka pertama itu masih menunggu beberapa menit sampai semua proses selesai dan bahkan tidak jarang Atom mengalami gagal operasi jadi mesti di end process terlebih dahulu trus dibuka ulang.

Berbeda halnya dengan VS Code, sejak pertama pemakaian aku merasakan VS Code sangat susah digunakan karena mungkin tampilannya yang menurutku lumayan asing tapi itu bukan menjadi halangan karena seorang programmer harus berani mencoba hal yang baru! 😀 (Apasih). Dan memang benar, setelah beberapa hari pemakaian dan menginstall packages yang saya sering gunakan di Atom ternyata di VS Code juga sama (Aku mulai berubah pikiran). Jadi aku menganggap VS Code tidak ada bedanya dengan Atom. Setelah itu menginstall beberapa packages unggulan seperti eslintlinter, git, ftp, setting interface seperti font, dll. Dan mulai sejak itulah aku mulai berpindah hati ke VS Code. Tapi tidak ada salahnya jika kalian ingin mencoba kedua text editor tersebut karena seorang programmer harus berani mencoba!

Tips

Tips untuk memilih packages yang akan diinstal:

  1. Intellisense: Merupakan Syntax highlighter dan fitur autocomplete yang cerdas.
  2. Bootstrap 4 Code Snippet
  3. Eslint
  4. ftp-kr
  5. Babel

Bahasa Pemrograman

Apakah kamu pernah merasa bingung memilih bahasa program yang digunakan saat ini ? Iya semua pernah mengalaminya. Bak seorang wanita yang susah mencari pria setia, lol. Memilih bahasa program sebenarnya tidak susah, kitanya aja yang terlalu milih-milih tapi tidak mencoba. Karena semua memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Contoh saja bahasa program yang paling banyak dicari pada tahun 2017 adalah Java tapi kenyataannya yang paling banyak dipakai seantero jagat apa ? Ya PHP. Sekarang kita luruskan lagi pandangan kita. PHP saat ini sudah pada versi 7.2.1 yang artinya bahasa pemrograman tersebut terus diperbarui. Artinya, semua bug yang ada pada versi sebelumnya telah diperbaiki dan script yang dianggap lambat atau berbahaya sudah deprecated atau tidak dapat digunakan dan sudah pasti ada peningkatan dalam keamanan.

Dan sampai saat ini masih banyak yang bingung memilih memakai bahasa pemrograman apa. Oke kita akan bahas satu-satu (Aku hanya ngebahas yang trending saja).

1. Python

Python Logo

Python merupakan salah satu bahasa pemrograman untuk web yang powerful. Python dirilis sejak tahun 1991 yang dimana tujuan dari pembuatan Python adalah bahasa pemrograman yang mudah dibaca oleh semua orang. Python diklaim baik untuk seorang pemula karena bahasanya yang mudah dipahami dan syntaxnya yang relatif sedikit membuat Python menjadi pilihan utama untuk belajar bahasa pemrograman.

Kelebihan:

  1. Python sendiri sudah support untuk pembuatan Machine Learning.
  2. Tidak ada tahapan kompilasi dan penyambungan (link) sehingga kecepatan perubahan pada masa pembuatan sistem aplikasi meningkat.
  3. Tidak ada deklarasi tipe data yang merumitkan sehingga program menjadi lebih sederhana, singkat, dan fleksible.
  4. Manajemen memori otomatis yaitu kumpulan sampah memori sehingga dapat menghindari pencacatan kode.
  5. Tipe data dan operasi tingkat tinggi yaitu kecepatan pembuatan sistem aplikasi menggunakan tipe objek yang telah ada.
  6. Pemrograman berorientasi objek.
  7. Pelekatan dan perluasan dalam C.
  8. Terdapat kelas, modul, eksepsi sehingga terdapat dukungan pemrograman skala besar secara modular.
  9. Pemuatan dinamis modul C sehingga ekstensi menjadi sederhana dan berkas biner yang kecil

Kekurangan:

  1. Beberapa penugasan terdapat diluar dari jangkauan python, seperti bahasa pemrograman dinamis lainnya, python tidak secepat atau efisien sebagai statis, tidak seperti bahasa pemrograman kompilasi seperti bahasa C.
  2. Disebabkan python merupakan interpreter, python bukan merupakan perangkat bantu terbaik untuk pengantar komponen performa kritis.
  3. Python tidak dapat digunakan sebagai dasar bahasa pemrograman implementasi untuk beberapa komponen, tetapi dapat bekerja dengan baik sebagai bagian depan skrip antarmuka untuk mereka.
  4. Python memberikan efisiensi dan fleksibilitas tradeoff by dengan tidak memberikannya secara menyeluruh. Python menyediakan bahasa pemrograman optimasi untuk kegunaan, bersama dengan perangkat bantu yang dibutuhkan untuk diintegrasikan dengan bahasa pemrograman lainnya.

2. PHP

PHP Logo

Yang kedua ada PHP. Dirilis sejak tahun 1995. PHP merupakan bahasa pemrograman untuk web yang paling banyak digunakan. PHP juga merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah dipelajari karena PHP termasuk dalam struktural programming. Bahasa ini lebih sering dikenalkan pada sekolah SMA, kampus, dan lain-lain.

Kelebihan:

  1. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.
  2. Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan di mana – mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.
  3. Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis – milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
  4. Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
  5. PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

Kekurangan:

  1. Tidak bisa memisahkan antara tampilan dengan logik dengan baik (walau penggunaan template dapat memperbaikinya).
  2. PHP memiliki kelemahan security tertentu apabila programmer tidak jeli dalam melakukan pemrograman dan kurang memperhatikan isu dan konfigurasi PHP.
  3. Kode PHP dapat dibaca semua orang, dan kompilasi hanya dapat dilakukan dengan tool yang mahal dari Zend ($2000).

Framework PHP:

PHP Framework adalah sebagai sebuah kerangka kerja yang disusun oleh berbagai komunitas pengembang web diseluruh dunia. Kerangka ini bertujuan untuk mempermudah dalam membuat sebuah aplikasi web kita sering menulis script PHP secara keseluruhan (konvensional) dan itu pun kita ulang pada halaman yang lain.

  • CakePHP
  • CodeIgniter
  • Laravel
  • PRADO
  • Symfony
  • Zend Framework
  • Yii
  • Akelos
  • QPHP
  • ZooP

3. Ruby

Ruby Logo

Ruby merupakan bahasa pemrograman open source dinamis, mudah dimengerti dan produktif. Sintaks Ruby elegan, natural, mudah dibaca dan ditulis.

Kelebihan :

  • Sintaks sederhana.
  • Memiliki exception handling yang baik.
  • Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek.
  • Mengusung konsep single inheritance.
  • Open source, siapa saja dapat menggunakannya dengan cuma-cuma dan dapat ikut berpartisipasi mengembangkannya.
  • Memiliki garbage collector yang secara otomatis akan menghapus informasi tak terpakai dari memori.

Kekurangan :

  • Multithreading. Implementasi thread di ruby masih berupa green thread, bukan native thread. Hal ini membuat aplikasi GUI (desktop) dengan background thread tidak mungkin diimplementasikan di ruby.
  • Virtual Memory, ruby masih fully interpreted sehingga program ruby cenderung lebih lambat.
  • Spek. saat ini spesifikasi ruby (syntax, behaviour, dll) adalah implementasi ruby yang asli dari matz.
  • IDE. Saat ini kualitas IDE untuk ruby masih jauh daripada .net dan java. Tapi dengan bermunculnya IDE ruby yang dibuat dengan java.net, kondisinya agak berubah. Tapi karena ruby bahasa yang sangat dinamis, sulit untuk bisa mendapatkan informasi secara lengkap mengenai struktur sebuah program ruby secara statis.

Nah, dari penjelasan diatas kalian bisa pilih di antara ketiga bahasa pemrograman tersebut. Semuanya ada sisi baik dan sisi buruknya. Kalo aku sendiri menguasai Python dan PHP 🙂 Dan jujur, untuk ketiga bahasa program kalian bisa pilih secara acak karena ketiganya memiliki fungsi yang sama hanya saja PHP yang belum cocok untuk di segala medan. Pilihlah antara Ruby atau Python.

3. Unit Testing

Apa itu Unit Testing? Unit Testing adalah pengujian sebuah fungsi, kelas, interface, prosedur dari sebuah aplikasi yang bersifat code. Unit Testing adalah sebuah metode yang masing-masing unit dari kode diuji untuk menentukan apakah fungsi dari kode-kode tersebut berjalan dengan baik atau tidak.

  • Unit Testing biasanya dibuat oleh programmer untuk memastikan kode yang dibuatnya memenuhi persyaratan dan sesuai yang diharapkan.
  • Tujuan dari Unit testing adalah untuk memisahakan setiap bagian dari kode program tersebut agar lebih mudah dalam debug apabila ada bug
  • Unit testing pada dasarnya dilakukan sebelum integrasi
  • Metode pengujian yang digunakan unit testing adalah White Box Testing

Bagaimana cara membuatnya ? Nggak usah gan, sudah ada frameworknya. Daripada buat repot yang tujuan penggunaannya untuk testing function ato class yang kita buat lebih baik menggunakan framework yang sudah diuji dan stabil. Setiap bahasa pemrograman terdapat frameworknya masing-masing, jadi silahkan agan lihat disini untuk framework unit testing yang tersedia.

4. Front-end

Untuk memberikan kesan tampilan web yang menarik, kita bisa menggunakan banyak css frameworkyang bisa kita gunakan. Fungsinya adalah untuk mempercepat proses pengerjaan pada front-end dan lebih mudah berinteraksi bersama team. Kenapa sih harus pakai framework kan enakan buat design sendiri sesuai dengan keinginan kita dan client ? Betul, saya pun begitu. Tapi alasan utama ku menggunakan framework adalah untuk mempermudah dan mempercepat membaca struktur dari tampilan yang kita buat.

Misalkan untuk membuat navigasi web kita bisa menggunakan contoh dibawah:

<ul class="nav justify-content-end">
  <li class="nav-item">
    <a class="nav-link active" href="#">Active</a>
  </li>
  <li class="nav-item">
    <a class="nav-link" href="#">Link</a>
  </li>
  <li class="nav-item">
    <a class="nav-link" href="#">Link</a>
  </li>
  <li class="nav-item">
    <a class="nav-link disabled" href="#">Disabled</a>
  </li>
</ul>

Mudah bukan ? Kita hanya perlu mengganti warna dan lainnya sesuai dengan keinginan dan bisa juga dikombinasikan dengan jQuery. Jenis-jenis framework yang sering digunakan:

  1. Bootstrap
  2. Material CSS
  3. Ionic
  4. Meteor
  5. Bulma

Oke teman-teman, sekian pengalaman dan penjelasa yang dapat sampaikan. Jika, masih ada bingung menentukan suatu bisa komentar dibawah dan postingan akan segera aku update. Sebenarnya masih banyak lagi yang masih ingin aku sampaikan, tapi mungkin akan aku buat di postingan berikutnya. Terima kasih telah berkenan untuk meluangkan waktu sejenak dan sampai jumpa 🙂

Follow ya:

IG: https://instagram.com/kadekpradnyana

Youtube: https://youtube.com/user/KadekPradnyana